Bukan Hanya Ibu, Pemberian ASI Eksklusif Perlu Dukungan Berbagai Pihak

shape image

Bukan Hanya Ibu, Pemberian ASI Eksklusif Perlu Dukungan Berbagai Pihak

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Asi adalah makanan pertama pada bayi; dan pemberian asi bukan hanya tanggung jawab ibu saja, tetapi juga harus dilakukan oleh berbagai pihak.

Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Prof. Dr. Dida A. Gurnida, dr., Sp. A (K), M. Kes., mengatakan, fasilitas dan waktu memberikan ASI pada bayi menjadi hal yang perlu dipertimbangkan.

“Pemberian ASI eksklusif tidak hanya mengandalkan sikap positif dan pengetahuan ibu saja tetapi juga ketersedian waktu dan fasilitas untuk memberikan ASI pada bayi menjadi hal yang perlu dipertinmbangkan,” ujar Prof. Dida dalam diskusi Satu Jam Berbincang Ilmu (Sajabi)

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bayi hanya menerima ASI dari ibu atau pengasuh. Pemberian ASI dari ibu mesti tanpa penambahan cairan atau makanan padat lain, kecuali sirup yang berisi vitamin, suplemen mineral, atau obat.

Pemberian ASI eksklusif juga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian bayi. Tidak hanya itu saja, bayi yang tidak disusui secara optimal dapat mengakibatkan rendahnya kecerdasan pada bayi.

“Menyusui merupakan investasi terbaik untuk meningkatkan perkembangan sosial dan kesehatan. Menyusui juga dapat mendekatkan secara batin antara ibu dan anak,” lanjut Prof. Dida.

Prof Dida menjelaskan, bahwa ASI memiliki nutrisi dan semua energi yang dibutuhkan bayi hingga enam bulan pertama.

“Menyusui adalah cara yang sangat baik dalam menyediakan makanan ideal bagi pertumbuhan dan perkembangan pada bayi,” tuturnya.

Maka dari itu, peran dan tanggung jawab bersama sangat dibutuhkan dalam mendukung pemberian ASI eksklusif pada bayi.

Tidak hanya peran ibu, dukungan keluarga, terutama peran aktif suami, juga sangat penting diperlukan. Prof. Dida menyampaikan, budaya yang ada di keluarga sangat berpengaruh pada pemberian ASI eksklusif.

“Besarnya campur tangan keluarga dalam perawatan bayi terutama suami juga mempengaruhi ibu dalam pemberian ASI eksklusif,” ujar Prof Dida.

Prof. Dida menambahkan, tenaga kesehatan wajib memberikan pengetahuan mengenai pentingnya ASI eksklusif hingga membantu bagaimana cara memberi ASI pada bayi. Ibu menyusui juga diharapkan tidak ragu untuk menghubungi tenaga kesehatan jika terdapat masalah pada menyusui bayi.

Sementara pada kasus ibu yang bekerja, perlu penyediaan waktu dan fasilitas oleh perusahaan untuk mendukung pemberian ASI. Misalnya, fasilitas cuti bagi ibu menyusui dan penyediaan tempat menyusui yang nyaman bagi ibu yang bekerja di kantor. [Muhammad Qeis]



source https://ayobandung.com/read/2021/08/06/260357/bukan-hanya-ibu-pemberian-asi-eksklusif-perlu-dukungan-berbagai-pihak
© Copyright 2021 IKLANADWODS.COM | JASA SEO WEBSITE

Form WhatsApp

Pesan anda akan segera kami proses.

Pesan Sekarang