Langgar PPKM Darurat, Perusahaan Kayu Didenda Rp 6 Juta

TAWANG, AYOTASIK.COM — Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Tasikmalaya menjatuhkan vonis denda kepada para terdakwa pelanggar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat dalam sidang tipiring, Kamis, 8 Juli 2021.  

Sidang yustisi berupa tindak pidana ringan yang digelar secara langsung di tenda khusus depan bekas kantor Setda Kabupaten Tasikmalaya diawali persidangan dengan terdakwa Direktur PT Bineatama Kayone Lestari (BKL) Hariadi Sobur. 

Dalam persidangan, terdakwa didakwa telah melanggar PPKM Darurat dengan tidak menerapkan work from office (WFO) sebesar 50 persen di perusahaan pengolahan kayu yang dipimpinnya dan sebagian karyawannya tidak mengenakan masker.

Hakim tunggal Moch Martin Helmi pun menjatuhkan vonis berupa denda sebesar Rp6 juta subsider 5 hari kurungan. 

Menanggapi putusan hakim, terdakwa Hariadi menyatakan menerima putusan hakim dan akan membayar dendanya.

"Ini akan menjadi pembelajaran bagi perusahaan ke depan. Saya akan bayar langsung dendanya," ujar Hariadi seusai persidangan, Kamis, 8 Juli 2021.

Menurutnya, banyak pertimbangan perusahaan sehingga bukan tidak mematuhi kebijakan pemerintah mengenai PPKM Darurat. Pada prinsipnya, banyaknya pertimbangan perusahaan karena menyangkut hal orang banyak yang bekerja di perusahaan.

"Intinya kami menerima kesalahan, tapi apakah pemerintah bertanggung jawab saat kami meliburkan sebagian karyawan. Untuk denda ini kami terima karena memang kami salah, sudah melebihi dari 50 persen sesuai ketentuan PPKM Darurat ini," ucapnya. 

Ia menuturkan, ke depannya pihaknya akan menerapkan WFO 50 persen karena memang sudah diputus bersalah oleh pengadilan. 

"Saya ikutin putusan hakim sekarang karena memang saya tidak bisa melawan keputusan hakim ini," ungkapnya. 

Disinggung soal banyaknya karyawan yang tidak mengenakan masker, ia mengatakan bahwa pihaknya telah melaksanakan memakai masker.

"Kalau kesalahan murni esensial WFO 50 persen kami terima, tapi kalau yang tidak memakai masker kami tidak terima," pungkasnya. [*]



source https://ayobandung.com/read/2021/07/08/250585/langgar-ppkm-darurat-perusahaan-kayu-didenda-rp-6-juta
banner